Oleh: Lana Salikah Azhariyyah

Masih banyak diantara kita belum paham mengenai Hidayah AlQuran. Sebagian besar masih mengira, dengan menghafal AlQuran cepat/kilat, cukup dengan membaca 10 kali saja sudah bisa lancar dan fasih membaca satu atau dua ayat tanpa melihat mushaf kembali. Bahkan menduganya melalui kelancaran dalam menyambung ayat tanpa muroja’ah berbulan-bulan. Atau lagi, mengira tanda hidayah tersebut melalui waktu luang, lingkungan yang kondusif, dsb. Padahal, terkadang yang tidak sibuk pun belum tentu mempunyai rezeki keluangan waktu untuk menghafal AlQuran. Bukan begitu?

Hidayah ialah undangan yang Allah berikan kepada Hamba-Nya yang siap berproses (menghafal AlQuran). Hal ini, ditandai dengan sensitivitas kita dalam menangkap signal-signal hidayah itu sendiri dan bersegera mengaplikasikannya.

Salah satunya, Allah berikan tambahan waktu dalam kehidupan kita. Dengan kata lain, setiap udangan yang kita respon, maka Allah akan menambah lagi dengan undangan berikutnya. Walau terkadang kita tidak memberikan respon maksimal pada setiap undangan yang Allah berikan. “Ayat-ayat AlQuran selalu mempunyai nuasa berbeda dari waktu ke waktu. Misalkan kita mentaddaburi surah Al Ikhlash hari ini, saat kita mentaddaburi lagi di waktu yang lain, sering sekali mendapatkan lagi sesuatu yang baru.”
Kita pelihara rasa “penasaran” dalam proses ini, “apa lagi yaa kejutan yang mau dikasi Allah?!”

Mari sama-sama menyadari undangan-undangan Allah tersebut, sambutlah segala upaya kita, jangan sampai undangan tersebut ditarik kembali oleh Allah swt, lalu diberikan kepada ganti yang lebih baik, karena kita tak memedulikannya.. inilah musibatud-dien yang disebutkan dalam AlQuran. Na’udzubillah.

Betapa indahnya ketika kita bisa bersama-sama dalam proses ini, saling kejar-kejar setoran hafalan, saling mendengarkan hafalan, dll… fastabiqul khairat adalah daya dukung besar dalam hifzhul-quran.
“Allah akan memberikan kemudahan-kemudahan di luar batas logika kita dalam proses bersama AlQuran, baik itu tilawah, tahfizh, taddabur, maupun mendakwahkannya, setelah kita menyerahkan ikhtiyar dan tawakkal kepada Allah SWT.”

Katakanlah tilawah 1 juz perhari secara konsisten, terus menerus tanpa pesimis menghafal walaupun itu ayat-ayat pendek. Ketika kita terus ikhtiar, yakinlah bahwa perlahan kita akan merasakan surah Al-qamar itu berbicara,
Allah SWT Berfirman :
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan AlQuran untuk (menjadi) pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar :17)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *